Sabtu, 16 April 2011

TINDAKAN, MOTIF & PRINSIP EKONOMI

HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK EKONOMI


Istilah ekonomi pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli filsafat Yunani yang bernama Xenophon. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata oikos dan nomos. Oikos berarti “rumah tangga” dan nomos berarti “aturan”. Setelah digabungkan menjadi ekonomia yang berarti aturan atau tata laksana rumah tangga. Dalam bahasa inggris, ekonomy disebut economy, artinya ilmu yang mempelajari tentang perilaku maupun usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan demikian, ilmu ekonomi dapat didefinisikan sebagai salah satu cabang dari ilmu pengetahuan yang membahas penciptaan dan pengadaan barang-barang dan jasa yang dibutuhkan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan manusia.


Adam Smith

Ilmu ekonomi diperkenalkan oleh seorang ekonom yang bernama Adam Smith yang hidup antara tahun 1723 – 1790. Beliau hingga sekarang dikenal sebagai bapak ekonomi. Adapun buku karangannya berjudul The Wealth of Nation. Tujuan mempelajari ekonomi antara lain sebagai berikut :
a)       Agar kita mampu memahami fakta dan peristiwa-peristiwa ekonomi yang terjadi di lingkungan masyarakat.
b)       Mengembangkan cara berpikir kritis dan bertindak ekonomis dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai makhluk ekonomi, manusia selalu berhubugan dengan kebutuhan dan usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhannya. Sejak kecil, kita telah mulai memiliki kebutuhan. Kebutuhan manusia tidak terbatas jumlahnya. Makin dewasa kebutuhan manusia akan semakin bertambah. Selain itu, jenis kebutuhan pun akan semakin berbeda sesuai dengan perkembangan usia. Kebutuhan yang telah terpenuhi sebelumnya boleh jadi tidak akan menjadi kebutuhan pada masa selanjutnya. Hal ini disebabkan oleh perubahan factor-faktor yang mempengaruhi keinginan manusia. Terdapat perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan merupakan segala sesuatu yang harus dipenuhi dan diperlukan dalam kehidupan manusia agar dapat bertahan hidup. Umumnya semua manusia memiliki kebutuhan yang relatif sama, seperti makan, minum, sandang, papan, maupun pendidikan.

Sementara keinginan adalah sesuatu yang ingin dimiliki oleh manusia namun jika tidak dimiliki tidak mengancam kelangsungan hidup. Keinginan merupakan bentuk nyata dari kebutuhan yang jenisnya dapat berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Seperti kebutuhan akan sandang (berpakaian), wanita akan berkeinginan memakia gaun, sedangkan pria berkeinginan memakai kemeja dan celana panjang. Ingin memiliki mobil, rumah mewah, jalan-jalan ke luar negeri adalah contoh keinginan manusai. Namun jika semua keinginan tersebut tidak tercapai tidak mengancam kelangsungan hidup manusia tersebut.

Keinginan manusia dalam memenuhi kebutuhannya dipengaruhi oleh faktor-faktor, antara lain sebagai berikut :
a)       Usia yang berbeda
b)       Pendapatan yang meningkat
c)       Tingkat pendidikan
d)       Lingkungan pergaulan atau tempat tinggal
e)       Perkembangan IPTEK
f)         Waktu

Tindakan Ekonomi

Telah menjadi hukum alam bahwa manusia memiliki keinginan untuk memenuhi kebutuhannya semaksimal mungkin. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, manusia memerlukan langkah-langkah dan tindakan. Tindakan yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan dapat dikategorikan sebagai tindakan enonomi. Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara membeli. Misalnya, untuk kebutuhan jasmani yang berupa makanan, minuman, pakaian, dan rumah dapat kita penuhi dengan cara membeli. Jadi, membeli dalam rangka memenuhi kebutuhan kita merupakan salah satu bentuk tindakan ekonomi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekonomi atau tindakan ekonomi adalah segala kegiatan yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Tindakan ekonomi dapat dilakukan melalui 3 kegiatan, yaitu :
1.       Produksi. Yaitu kegiatan menghasilkan barang dan jasa, atau mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi.
2.       Konsumsi. Yaitu kegiatan menghabiskan nilai guna barang.
3.       Distribusi. Yaitu kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen.

Distributor tidak hanya terdiri atas satu badan usaha, melainkan dapat berupa suatu jaringan distribus yang terdiri dari banyak badan usaha. Jaringan tersebut dapat terdiri atas agen-agen besar, grosir-grosir barang, pedagan besar, dan pedagan eceran yang kemudian menyampaikan barang dan jasa kepada konsumen akhir.

Jenis-jenis kebutuhan

a.       Menurut tingkat kepentingan/intensitasnya :
1.       Kebutuhan pokok (primer)
Adalah kebutuhan manusia yang mutlak harus dipenuhi demi kelangsungan hidupnya. Contoh, makanan, pakaian, perumahan dan lain-lain.
2.       Kebutuhan tambahan (sekunder).
Adalah kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan setelah kebutuhan poko terpenuhi. Kebutuhan sekunder merupakan pelengkap kebutuhan primer. Contoh, radio, almari, alat kosemetik, dan lain-lain.
3.       Kebutuhan mewah (tersier).
Adalah kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan setelah kebutuhan pokok dan sekunder terpenuhi. Contoh, handpone, mobil, internet, dan lain-lain.
b.       Kebutuhan menurut waktu pemenuhannya :
1.       Kebutuhan sekarang.
Adalah kebutuhan yang pemenuhannya mendesak dan harus dillakukan sekarang juga, sebab bila tidak akan fatal akibatnya. Contoh, obat bagi orang sakit, lilin pada saat mati listrik.
2.       Kebutuhan yang akan datang.
Adalah kebutuhan yang pemenuhannya bisa dilakukan pada waktu yang akan datang. Contoh, menabung.

c.       Kebutuhan menurut sifatnya :
1.       Kebutuhan jasmaniah
Adalah kebutuhan untuk memenuhi kepentingan jasmani. Contohnya, olah raga, perhiasan, dan lain-lain.
2.     Kebutuhan rohani.
Adalah kebutuhan untuk memenuhi kepentingan rohani/jiwa. Contohnya, ibadah, rekreasi, hiburan, dan lain-lain.

d.       Kebutuhan menurut pihak yang membutuhkan.
1.       Kebutuhan individu
Adalah kebutuhan seseorang yang sifatnya pribadi. Kebutuhan antara orang yang satu dengan yang lainnya saling berbeda. Contohnya, kosmetik, sabun, minyak rambut, dan lain-lain
2.     Kebutuhan kelompok.
Adalah kebutuhan sekelompok atau seluruh anggota masyarakat. Kebutuhan ini sering disebut juga kebutuhan kolektif. Contohnya, jempatan, jalan raya, dan lain-lain.

Manusia adalah insan yang berkeinginan dengan pola hidupnya yang diarahkan untuk memenuhi berbagai keinginan itu. Setiap satu keinginan terpenuhi, akan muncul keinginan baru, hal ini seperti yang diungkapkan oleh Abraham H. Maslow, yang mengategorikan keinginan/kebutuhan manusia dalam jenjang-jenjang bertingkat dari yang paling utama sampai yang paling rendah, tampak seperti berikut :
1)       Kebutuhan jasmani/fisik (physiological needs), misalnya makanan, minuman, pakaian, rumah.
2)       Kebutuhan akan keselamatan/keamanan (safety needs), misalnya hidup merdeka, hidup damai, perlindungan hukum, perlindungan HAM.
3)       Kebutuhan akan kebersamaan dan cinta/pengakuan (belonging and love needs), misalnya berorganisasi yang bebas, berkeluarga, berteman, beragama.
4)       Kebutuhan akan harga diri (esteem needs), misalnya, harga diri, tepa selira, toleransi, kedudukan, status.
5)       Kebutuhan akan perwujudan diri sepenuhnya/aktualisasi diri (self actualization needs), misalnya, berprestasi, berpendidikan.

Skala Prioritas

Skala prioritas adalah merupakan suatu daftar urutan prioritas pemenuhan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya. Kebutuhan yang paling mendesak untuk dipenuhi ditempatkan pada urutan pertama, menyusul kebutuhan yang agak mendesak dan terakhir adalah yang kurang mendesak. Dengan menyusun skala prioritas, orang/rumah tangga dapat memenuhi kebutuhan mana yang harus dipenuhi lebih dulu dan mana yang bisa ditangguhkan.

Inti permasalah ekonomi bersangkut paut dengan upaya manusia memenuhi kebutuhannya yang memiliki sifat tak terbatas dengan benda pemuas kebutuhan yang bersifat terbatas. Manusia harus melakukan pilihan (trade-off) dalam memenuhi berbagai kebutuhannya yang tak terbatas.

Alat Pemuas Kebutuhan

1)       Macam-macam alat pemuas kebutuhan manusia.
Alat pemuas kebutuhan manusia dapat berupa barang (good) dan jasa (service). Barang adalah alat pemuas kebutuhan manusia yang berwujud, dapat dilihat dan diraba. Contohnya, benda-benda materi seperti, baju, makanan, obat dan sebagainya. Sedangkan jasa adalah alat pemuas kebutuhan manusia yang tidak berwujud benda, tetapi dapat dirasakan manfaatnya misalnya melalu pelayanan yang diberikan. Contoh, jasa tukang pangkas, supir angkot, dan sebagainya.
2)       Pembagian macam-macam barang.
a.       Menurut kelangkaannya :
·         Barang Ekonomis.
Adalah barang/jasa yang tersedia dalam jumlah yang terbatas, sehingga untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan. Contoh, minyak, sembako, jasa bidan dan sebagainya.
·         Barang bebas.
Adalah barang yang tersedia dalam jumlah yang tidak terbatas, sehingga untuk memperolehnya tidak diperlukan pengorbanan. Contohnya, udara, sinar matahari, air laut dan lain-lain.
·         Barang Ellith.
Adalah barang yang tersedia dalam jumlah yang berlimpah, sehingga dapat merugikan manusia. Contohnya air waktu banjir, api waktu kebakaran, dan lain-lain.
b.       Menurut hubungannya dengan benda lain.
·         Barang substitusi (barang pengganti)
Adalah pasangan dua barang atau lebih yang bisa saling menggantikan. Contohnya, nasi bisa diganti dengan jagung, pesawat dengan kereta api, lampu dengan lilin.
·         Barang komplementer (barang pelengkap).
Adalah dua barang atau lebih yang akan menjadi lebih bermanfaat apabila digunakan secara bersama-sama. Contohnya, gula dengan kopi, HP dengan pulsa, kompor dengan sumbu.
c.       Menurut sifatnya
·         Barang bergerak
Adalah barang yang dengan mudah dapat dipindah-pindahkan tempatnya. Contohnya, modal, kalkulator, dan sebagainya.
·         Barang tetap
Adalah barang yang tidak dapat dipindah-pindahkan tempatnya. Contohnya, gunung, gedung, dan lain-lain.
d.       Menurut tujuan penggunaannya.
·         Barang konsumsi (Barang Final).
Adalah barang yang langsung dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contohnya, makanan, pakaian, dan lain-lain.
·         Barang produksi (barang modal).
Adalah barang yang digunakan untuk menghasilkan barang yang lain. contohnya, mesin-mesin, bahan mentah, dan lain-lain.
e.       Menurut proses pembuatannya.
·         Barang mentah.
Adalah barang yang masih harus diolah agar menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
·         Barang setengah jadi.
Adalah barang yang telah diproses dari barang mentah, tetapi masih harus diproses lagi menjadi barang jadi.
·         Barang jadi.
Adalah barang yang diproses dari bahan mentah atau barang setengah jadi, menjadi barang yang siap pakai.
f.         Menurut kelestariannya.
·         Benda yang dapat diperbaharui.
Adalah benda/barang yang jumlahnya terbatas namun bisa diupayakan untuk memperbaharui ataupun melestarikannya. Contohnya, hutan, kayu, dan sebagainya.
·         Benda yang tidak dapat diperbaharui.
Adalah benda/barang yang jumlahnya terbatas dan tidak bisa diperbaharui. Contohnya, minyak, batu-bara, emas, gas alam, dan sebagainya.

Utilitas (kegunaan) adalah kemampuan suatu benda untuk memenuhi kebutuhan. Sehubungan dengan usaha manusia meningkatkan kegunaan benda pemuas kebutuhan, kegunaan benda (utility) dapat di bedakan menjadi sebagai berikut :
a)       Kegunaan bentuk (form utility).
Yaitu suatu benda akan bertambah nilai kegunaannya jika mengalami perubahan bentuk. Contohnya, rotan akan lebih bermanfaat jika diolah menjadi alat-alat perabotan rumah tangga.
b)       Kegunaan tempat (place utility).
Yaitu suatu benda akan bertambah nilai kegunaannya jika dipindahkan ke tempat lain. misalnya, cangkul dan alat-alat pertanian lainnya akan lebih berguna jika diberikan kepada orang yang tinggal di pegunungan. Sebaliknya, jala, pancing, dan perahu akan lebih berguna jika diberikan kepada nelayan/orang yang tinggal di pesisir.
c)       Kegunaan waktu (time utility)
Yaitu suatu barang akan bertambah nilai kegunaannya jika digunakan pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, payung akan dibutuhkan orang pada musim hujan, es disukai orang pada musim panas, trompet akan banyak terjual pada perayaan tahun baru.
d)       Kegunaan kepemilikan (ownership utility)
Yaitu suatu barang akan bertambah nilai kegunaannya bagi orang yang membutuhkannya. Contohnya, komputer akan sangat berguna bagi seorang mahasiswa, cangkul jika masih berada di toko kurang kegunaannya, tapi kalau dimiliki oleh petani dan digunakan akan bertambah kegunaannya.

Motif Ekonomi

Pengertian motif ekonomi adalah alasan yang mendorong manusia untuk melakukan suatu kegiatan ekonomi. Macam-macam motif ekonomi antara lain :
1.       Motif memenuhi kebutuhan.
Contoh, Pak Hendri seorang tukang becak, setiap hari ia berusaha mengayuh becaknya dengan harapan dapat memperoleh pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
2.       Motif mencari keuntungan.
Misalnya, motif seorang pedagang buah di pasar terus-menerus berupaya menjual barang dagangannya dengan cara menawarkan agar laku dan mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya.
3.       Motif mendapatkan kekuasaan.
Misalnya, Pak Supriadi terus giat dalam berorganisasi dan berpolitik dengan tujuan dapat dipilih menjadi anggota DPR.
4.       Motif ingin menolong sesama/motif sosial.
Misalnya, Pak Juliardi memberikan sedekah kepada fakir miskin.
5.       Motif ingin mendapatkan pahala.
Contohnya, Pak Saiful Amin rajin sholat dan membaca Al-Qur’an dengan harapan mendapat pahala dan masuk surga.
6.       Motif ingin mendapatkan penghargaan.
Misalnya, si Ani mengikuti lomba menari dengan tujuan menjadi juara.





Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi adalah landasan atau kaidah dalam melakukan tindakan ekonomi dengan cara menggunakan pengorbanan relatif minimal untuk menghasilkan keuntungan yang optimal. Misalnya prinsip ekonomi dalam dagang adalah dengan mengeluarkan modal yang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Usaha melaksanakan prinsip ekonomi, ditempuh dengan dua cara, yaitu :
1.       Membandingkan mutu barang dengan harganya.
2.       Tawar menawar.

Dalam melakukan kegitan ekonomi orang selalu berpedoman pada prinsip ekonomi, karena kebutuhan manusia tidak terbatas, sedangkan alat pemenuhan kebutuhan terbatas. Dengan kata lain, karena adanya kelangkaan alat pemenuhan kebutuhan maka dengan demikian orang perlu berhemat dengan menerapkan prinsip ekonomi. Prinsip ekonomi apabila dilihat dari kehidupan sehari-hari dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.       Prinsip ekonomi bagi produsen.
Ialah prinsip ekonomi yang dilakukan produsen umumnya dilakukan dengan cara menekan biaya produksi namun hasil produksinya dapat maksimal atau seperti yang diharapkan. Misalnya, memproduiksi barang yang berkualitas bagus tapi biaya murah. Menggunakan teknologi tepat guna yang sedikit dampak lingkungannya.
2.       Prinsip ekonomi bagi konsumen.
Ialah prinsip ekonomi yang dilakukan konsumen dalam mendapatkan alat pemenuhan kebutuhan semaksimal mungkin dengan penghasilan yang diperolehnya. Misalnya :
·         Mendapatkan barang dan jasa yang harganya wajar tetapi baik mutunya.
·         Membeli barang dengan cara menawar harga.
·         Menyusun kebutuhan sesuai dengan tingkat kepentingannya.

Hukum Ekonomi

Hukum ekonomi adalah aturan/ketentuan-ketentuan yang menerangkan tentang hubungan antara gejala-gejala ekonomi. Huku ekonomi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.       Hukum ekonomi sebab akibat (kausal).
Ialah hubungan antara peristiwa-peristiwa ekonomi yang terjadi dengan ketentuan peristiwa yang satu mengakibatkan peristiwa lainnya. Misalnya :
·         Menjelang hari raya kebutuhan akan bahan pokok meningkat sehingga harga kebutuhan pokok naik.
·         Apabila panen padi gagal, harga beras naik.
2.       Hukum saling mempengaruhi (hubungan fungsional).
Ialah hubungan antara peristiwa-peristiwa ekonomi yang saling mempengaruhi satu sama lainnnya, sehingga dapat berlaku sebaliknya. Misalnya :
·         Hubungan antara permintaan dengan harga.
·         Hubungan antara harga dengn penawaran.

Politik Ekonomi

Politik ekonomi adalah cara atau tindakan pemerinatah dalam rangka memeperbaiki keadaan ekonomi suatu negara guna memakmurkan rakyatnya. Contohnya :
1.       Politik proteksionisme yaitu peraturan pembatasan barang import.
2.       Penetapan UMR (Upah Minimum Regional).

Selesai

CopyRight © 2010
By Muhammad Hendri, S.Sos, S.Pd
HP : 081264070041 – (061)77813539




0 komentar:

Poskan Komentar